Sejarah Widyalaya

Sejarah Utama Widya Pasraman dan Utama Widyalaya

Pada Awal berdiri Utama Widyalaya Wira Dharma Palu adalah Sekolah Formal keagamaan Hindu Setingkat SMA dibawah naungan Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia dengan nama Utama Widya Pasraman Wira Dharma Palu.

Sehubungan dengan peraturan mentri Agama No. 56 Tahun 2014 tentang Pendidikan keagamaan hindu yaitu Pasraman Formal dimana tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di sebut dengan Utama Widya Pasraman Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Adi Widya Pasraman dan Tingkat Sekolah Dasar (SD) disebut dengan Pratama Widya Pasraman.

Dalam hal ini dibentuklah tim Pendiri yaitu I Wayan Tantra, S.Ag., M.Si (Bimas Hindu Kemenag Sulteng, I Kutut Winaya, S.Sos., M.Si (Ketua Yayasan Dharma Kerti Provinsi Sulawesi Tengah), Dewa Ayu Karmini, S.Sos., M.Si (Staf Bimas Hindu Kemenag Sulteng), I Wayan Sudiana, S.Ag., M.Si, Drs. I Made Sukarta, M.Si, I Wayan Darma, S.Pd., M.Pd, I Made Lungayasa, S.Pd.,M.Pkim, I Wayan Surata, S.Kom.,SE.,M.Ak, melakukan diskusi untuk merencanakan mendirikan pasraman Formal pertama di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Utama Widya Pasraman Wira Dharma Palu.

Selain itu, latar belakang berdirinya Utama Widya Pasraman Wira Dharma Palu bertujuan untuk membantu umat hindu yang ada di provinsi Sulawesi Tengah yang tidak mampu secara ekonomi untuk melanjutkan Pendidikan di tingkat Menengah Atas (SMA) dengan melanjutkan Pendidikan di Utama Widya Pasraman Wira Dharma secara gratis, dengan latar belakang seperti itu para tokoh merasa bersemangat untuk mendirikan sekolah keagamaan Hindu (Pasraman Formal) Utama Widya Pasraman Wira Dhrama Palu di Kota Palu. Menindaklanjuti perencanaan tersebut, pada tahun 2020 para tokoh mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai Pengelola yang akan menjalankan atau mengelola Utama Widya Pasraman Wira Dharma Palu dan langsung melakukan perekrutan siswa baru yang akan menempuh Pendidikan di UWP Wira Dharma Palu.

Pada tahun pertama berdiri yaitu tahun 2020 UWP Wira Dharma Palu mendapatkan 20 orang siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu di daerah-daerah provinsi Sulawesi tengah seperti Kabupaten Morowali, Kabupaten Luwuk, Kabupaten Poso (Napu), Kabupaten donggala dan Kabupaten Parigi Moutong (Tolai). Pada saat itu, mengingat tahun pelajaran sudah harus dimulai dan UWP belum memiliki tempat untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), maka sementara meminjam tempat yang dimiliki oleh Kepala Sekolah yaitu Bapak I Wayan Sudiana berlokasi di Jl. Banteng III untuk melaksanakan KBM yang juga di setujui oleh semua pihak yang ada didalam pengurusan UWP Wira Dharma Palu dan para tokoh pendiri. Pelaksanaan KBM yang dilakukan di lokasi milik Bapak I Wayan Sudiana berjalan selama satu tahun sampai UWP Kembali menerima siswa angkatan kedua yang berjumlah 20 orang dan umat hindu kota palu memberikan ijin untuk menggunakan Gedung Pendidikan yang berada di lingkungan Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha Palu Jl. Jabal Nur, No. 1-3, Kel Talise, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Sehingga sampai saat ini proses KBM dilaksanakan di Gedung Pendidikan yang berada di lingkungan Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha Palu.

Back to top