PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEHIDUPAN BERASRAMA DI SMA/UTAMA WIDYALAYA WIRA DHARMA PALU


PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEHIDUPAN BERASRAMA DI SMA/UTAMA WIDYALAYA WIRA DHARMA PALU

0-4160×3120-0-0#

Palu, 12 Juli 2025 – SMA/Utama Widyalaya Wira Dharma Palu terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik yang unggul, disiplin, dan berakhlak mulia melalui program kehidupan berasrama. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari sistem pendidikan berbasis nilai-nilai kebudayaan, spiritualitas Hindu, dan kedisiplinan yang diterapkan di lingkungan sekolah.

Melalui kehidupan di asrama, peserta didik dilatih untuk hidup mandiri, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Setiap hari, para siswa mengikuti jadwal kegiatan yang terstruktur mulai dari bangun pagi, persembahyangan bersama, hingga kegiatan belajar. Kedisiplinan menjadi nilai utama yang terus ditanamkan, diiringi dengan pembiasaan spiritual dan sosial.

Kepala Sekolah SMA/Utama Widyalaya Wira Dharma Palu, Drs. I Made Sukarta, M.Si menyampaikan bahwa pendidikan karakter tidak hanya diberikan dalam ruang kelas, tetapi juga dibentuk melalui interaksi sehari-hari di lingkungan asrama.

“Melalui kehidupan berasrama, anak-anak belajar memahami perbedaan, membangun toleransi, serta belajar bertanggung jawab atas diri sendiri dan sesama. Ini adalah pondasi penting dalam membentuk karakter luhur,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, nilai-nilai Dharma senantiasa ditanamkan melalui kutipan sloka suci sebagai pedoman hidup, salah satunya adalah:

“Satyaṁ vada, dharmaṁ cara”
Artinya: Berkatalah yang benar, dan jalankanlah dharma (kebenaran).
(Taittiriya Upanishad I.11)

Sloka ini menjadi landasan bagi peserta didik dalam bertindak jujur dan menjunjung nilai-nilai moral dalam setiap aspek kehidupan berasrama.

Selain kegiatan rutin seperti sembahyang pagi dan malam, para siswa juga mengikuti program pembinaan mental dan etika, pelatihan kepemimpinan, serta gotong royong rutin. Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk mengasah kepekaan sosial dan kecerdasan emosional peserta didik.

Salah satu siswa, Rangga (kelas XII), mengungkapkan bahwa kehidupan di asrama membuatnya lebih mandiri dan menghargai waktu. “Awalnya memang berat jauh dari keluarga, tapi lama-lama saya jadi lebih kuat dan belajar bagaimana menjaga diri dan membantu teman-teman,” tuturnya.

Dengan pendekatan holistik berbasis spiritual dan kedisiplinan, program berasrama di SMA/Utama Widyalaya Wira Dharma Palu terbukti efektif membentuk pribadi peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Dokumentasi: Made Weta
Penulis : I Kayan Setiawan, S.Pd., MOS
Penulis : I Kayan Setiawan, S.Pd., MOS

Leave a Comment

Back to top